Program Studi PIAUD

“Menjadi Penyelenggara Pendidikan Guru Anak Usia Dini Profesional, Berwawasan dan berkarakter Islami serta berjiwa Entrepreneur”

Program Studi PAI

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022-2023 Program Studi PAI

Informasi Pendaftaran

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022-2023, Contact Person: 081271188121 atau 081363880146

Prosesi Wisuda Tahun Akademik 2016-2017

Pemberian Penghargaan dari Bupati Indragiri Hulu Pada Prosesi Wisuda Tahun Akademik 2016-2017

Orientasi Pengenalan Akademik Kampus

Pengenalan Lingkungan Kampus

Sabtu, 31 Desember 2016

Info Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2017-2018

Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah Rengat Menerima mahasiswa baru..! 
TA 2017-2018


Profil Lulusan:
Mencetak Tenaga Pengajar Pendidikan Agama Islam Profesional dan Berjiwa Intrepreneur



Visi Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah Rengat
"Mewujudkan STAI Madinatun Najah Rengat sebagai lembaga tinggi utama yang mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian Masyarakat secara integral Di Provinsi Riau Tahun 2020"

Ketentuan Pendaftaran
Syarat Pendaftaran
  1. Foto kopi Ijazah dan SKHUN yang dilegalisir sebanyak 2 lembar atau surat keterangan Lulus (SKL) Asli dari Sekolah Asal
  2. Pas foto berwarna terbaru dengan Background Merah berukuran 2x3 dan 3x4 masing-masing 4 lembar dengan ketentuan : Laki-laki menggunakan Peci berwarna Hitam, dan perempuan memakai jilbab putih polos
  3. Mengisi folmulir yang telah disediakan oleh panitia.
  4. Membayar uang pendaftaransebesar Rp. 250.000
Jadwal Pendaftaran
Gelombang 1
Pendaftaran     : 1-28 Mei 2017
Tes Masuk      : 29 Mei 2017
Pengumuman  : 30 Mei 2017
Daftar Ulang   : 1-19 Juni 2017

Gelombang 2
Pendaftaran     : 1-25 Juni 2017
Tes Masuk      : 26 Juni 2017
Pengumuman  : 27 Juni 2017
Daftar Ulang   : 27-29 Juni 2017

Uang Pembangunan: Rp. 1.150.000
Uang Semester        : Rp. 1.500.000
NIRM                      : Rp.   100.000
Almamater              :  Rp.   200.000 
Total                        : Rp. 2.950.000

Tenaga Pengajar
1. H.M Sahan, MA 9921000765
2. Drs. H Hazairin, MA 9921000768
3. Hj. Marlian, M.PdI
4. Drs. Bakhtiar, MA
5. Drs. Ahmad Arif Ramli, M.Pd.I
6. Al-Afif Hazmar, M.Si
7. Dessy Shofianty, M.Pd
8. Ari Susanto, M.Pd.I
9. Zulqarnain, M.Pd.I
10. Susiana, M.Pd.I
11. As'aduttabi'in, M.Pd.I

Alamat: Jl. Narasinga no. 72, Kampung Besar Kota, Rengat, Kab. INHU. RIAU
Informasi lebih lanjut:
Afif   : 085265411999
Ari    : 081363880146
As'ad : 081252806937

*NB: Para Alumni Agar Disebarluaskan..!!!

Jumat, 30 Desember 2016

STAI Madinatun Najah mengikuti Training of Trainer Bidang P4GN

Training of trainer yang di selenggarakan oleh BNN Provinsi Riau, yang dilaksanakan di Hotel Danau Raja pada 27 April 2016, yang dihadiri oleh, KABID BNN Provinsi Riau, KASI Pemberdayaan Masyarakat dan KASI Pencegahan BNN Provinsi RIAU, KABID Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu. 
Training of Trainer (TOT) yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, yang dihadiri 30 peserta terpilih (Undangan), yang mendapatkan sertifikat dari BNN Provinsi pada puncaknya membentuk SATGAS Pencegahan Narkoba pada masing-masing lembaga pendidikan baik tingkat Sekolah Menengah maupun perguruan tinggi di kabupaten Indragiri Hulu.

Dalam hal ini Diharapkan agar seluruh instansi pendidikan di lingkungan Indragiri Hulu, berperan aktif dalam mengenalkan atau mensosialisasikan dampak Negatif narkoba serta intensif dalam pencegahannya di INHU. Dengan membentuk SATGAS ini, mahasiswa memiliki wadah/organisasi atau perpanjangan tangan dari BNN tingkat Kabupaten untuk melakukan beberapa penyuluhan terhadap bahaya narkoba di masyarakat.
STAI Madinatun Najah menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang di percayakan untuk membentuk Team SATGAS dari dua perguruan tinggi yang mendapat rekomendasi dari BNN Provinsi RIAU. Tentu saja ini mendapat respon yang sangat positif, dimana STAI Madinatun Najah sebagai sekolah Tinggi Agama Islam yang berorientasi pada pembentukan Karakter Manusia Profesional yang islami, untuk itu STAI Madinatun Najah Rengat melalui Dewan Mahasiswa (DEMA) menyusun struktur SATGAS Narkoba yang telah Di SK kan oleh Ketua STAI.

Sabtu, 24 Desember 2016

Wisuda ke XIV STAI Madinatun Najah Rengat Tahun 2016

Wisuda strata satu (S1) STAI Madinatun Najah Rengat yang ke XIV tahun 2016, dilaksanakan di gedung Dang Purnama Kota Rengat pada tanggal 21 Desember 2016 bertepatan pada tanggal 21 Rabiul Awal 1438 H.
Sekitar lebih kurang 95 mahasiswa dan Mahasiswi Program Studi Pendidikan  Agama Islam di wisuda pada hari ini.
Dalam  kesempatan ini dihadiri oleh Ketua dan Wakil Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) wilayah XII Riau Kepri Prof. Dr. H. Munzir Hitami, MA dan
dalam kesempatan ini bapak Prof. Dr. H. Munzir Hitami, MA sebagai ketua KOPERTAIS wilayah 12 RIAU/KEPRI berharap agar Pendidikan Tinggi Agama Islam yang berada dalam naungan Kopertais Wilayah XII Riau Kepri untuk terus berusaha menjadi perguruan tinggi agama islam yang berkualitas. Beliau juga menyampaikan bahwa Ruh perguruan tinggi ada pada Penelitian dan kajian-kajian keilmuan. oleh karena itu beliau sangat mendorong agar dosen-dosen untuk tidak terjebak pada pengajaran. Selama ini itu yang terjadi. Tri Dharma Perguruan tinggi yang terlupakan karena kelalaian kita dalam mendukung secara penuh terhadap kajian-kajian dan pemikiran-pemikiran. Baik dari dosen maupun Instansi Perguruan tingginya. Dukungan itu sepenuhnya sangat dibutuhkan untuk menjadi Perguruan Tinggi Yang Berkualitas.
Disamping itu, Prof. Dr. H. Munzir Hitami, MA selaku ketua Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam wilayah XII Riau Kepri menghimbau agar STAI Madinatun Najah untuk membuka Prodi baru, dan memperbaiki sistem serta manajemen Institusi agar mendapatkan akreditasi yang diinginkan. 
Dalam acara Wisuda STAI Madinatun Najah Rengat yang Ke XIV ini dihadiri juga oleh Bapak Bupati INHU, Yopi Arianto, SE dan menyampaikan beberapa sambutan. Dalam Sambutannya, beliau selaku Pimpinan tertinggi wilayah kabupaten berharap agar Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatunnajah Terus berbenah demi kemajuan Kabupaten Indragiri Hulu.
Dalam Orasi ilmiah yang disampaikan oleh Kapolres INHU, mengajak seluruh sivitas akademika untuk terlibat lebih aktif dalam upaya pemberantasan Narkoba di tingkat kabupaten khususnya, dan nasional secara umum. Beliau juga berharap agar organisasi mahasiswa agar selalu mensosialisasikan bahaya serta dampak narkoba.
Dan kebetulan, STAI Madinatun Najah adalah salah satu dari dua Perguruan Tinggi yang mendapat amanah untuk memiliki Susunan Kepengurusan SATGAS Narkoba yang sudah terbentuk saat Training Of Trainer di Hotel Danau Raja pada 27 April 2016, yang dihadiri oleh, KABID BNN Provinsi Riau, KASI Pemberdayaan Masyarakat dan KASI Pencegahan BNN Provinsi RIAU, KABID Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu.
Diharapkan ini sebagai respon positif STAI Madinatun Najah untuk ikut serta dalam pemberantasan Narkoba Di Kabupaten Indra Giri Hulu.

Jumat, 16 Desember 2016

Pengajuan Judul Skripsi Bagi Semester VII Tahun Akademik 2016-2017

Berdasarkan kalender akademik STAI Madinatun Najah Rengat 2016-2017, dan Keputusan Kaprodi PAI STAI Madinatunnajah Rengat, telah membuka kesempatan bagi Mahasiswa STAI Madinatun Najah Rengat semester VII, Tahun Akademik 2016-2017 untuk Mengajukan Judul Skripsi.
Syarat Pengajuan Judul Skripsi sebagai berikut:
  1. Mengajukan Minimal 3 (tiga) Judul
  2. Latar belakang dan Alasan pemilihan Judul (Minimal 3 paragraf)
  3. Rumusan Masalah
  4. Diketik dengan Font Times new roman, Ukuran Font 12, 1,5 Spasi, Kertas A4

Silahkan Hubungi Sek. Prodi: Ari Susanto, M.Pd.I.

Rabu, 23 November 2016

DEMA STAI Madinatun Najah Rengat Laksanakan BAKSOS

Nazariyah Kepala Bagian Sosial Politik
Dewan Mahasiswa (DEMA) STAI Madinatun Najah Rengat laksanakan Bakti Sosial (BAKSOS) sebagai wujud kepedulian Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah Rengat terhadap korban bencana yang melanda tujuh rumah di daerah Pasiran Kota Rengat. Tepat pada 17 September 2016 lalu setidaknya Tujuh Rumah ludes terbakar, sehingga penghuni rumah terpaksa dievakuasi di rumah warga sekitar Pasiran. Kegiatan Baksos ini dilaksanakan pada 06 November 2016.
Kebakaran Rumah ini terjadi di Pasiran Jl. Hang Lekir Gg.Sempurna dan Gg. Kuantan Barat, Kelurahan Kampung Besar Kota (KAMBESKO) Kec. Rengat, Kab. INHU. Pak Mustarik sebagai RT setempat mengucapkan banyak termakasih terhadap DEMA STAI Madinatun Najah Rengat yang berusaha membantu sedikit keperluan mereka.
Roy Faisal (Ketua DEMA)
Walau tidak banyak kami berusaha mengaktualisasikan bentuk kepedulian kami terhadap mereka yang tertimpa musibah ungkap Kepala Bagian Sosial dan Politik Dewan Mahasiswa STAI MN Saudari Nazariyah.
Setidaknya dengan kegiatan baksos ini Mahasiswa STAI Madinatun Najah belajar untuk saling berbagi terhadap sesama, sehingga mampu memupuk nilai-nilai kemanusiaan pada diri mereka. Selain mereka juga belajar berorganisasi yang bersih dan rapi terstruktur dan bertanggung jawab. Alhmdulillah, kegiatan Baksos yang tidak begitu banyak jika diukur dari materi ini, berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir acara. Kewajiban setelah ini bagi pelaksana harus melaporkan kegiatan tersebut berupa Laporan Pertanggunjawaban yang harus diketahui oleh Ketua Dewan Mahasiswa STAI Madinatun Najah Rengat sebagai upaya mewujudkan Organisasi yang kompeten dan memiliki semangat berorganisasi yang positif.

Persiapan Sebelum Ke Lokasi
Temu Ramah Dengan Ketua RT

Jumat, 18 November 2016

PPL Mahasiswa STAI MN di MA dan MTs Madinatun Najah Rengat tahun 2016


Salah satu Sekolah yang menjadi lokasi (Praktik Pengalaman Lapangan) PPL mahasiswa STAI Madinatun Najah Rengat adalah Madrasah Aliyah dan MTs Madinatun Najah rengat yang setidaknya setiap tahun menerima Mahasiswa STAI untuk menjadi lokasi PPL disini.
PPL bagi mahasiswa semester VII adalah sarana untuk mengaktualisasikan kemampuan mereka untuk tidak hanya menyalurkan informasi tetapi juga mentransformasi nilai-nilai kemanusiaan, keagamaan, dan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh negara ini.
Praktik Penyembelihan Hewan Qurban
Setidaknya ada sekitar 15 orang mahasiswa yang melaksanakan PPL di MA dan MTs Madinatun Najah. Diharapkan mahasiswa mampu menganalisa dan menemukan beberapa solusi terhadap kendala yang mereka temui di lapangan yang tidak pernah mereka temui sebelumnya di bangku kuliah. Disamping PPL adalah materi wajib yang harus ditempuh, PPL yang dilaksanakan mahasiswa juga sebagai ajang latihan untuk mereka sebelum benar-benar terjun ke dunia pendidikan secara utuh dan nyata.
PPL yang dilaksanakan kurang lebih satu bulan sepuluh hari diharapkan memberikan pengalaman bagi mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) untk bekal mereka menjadi pendidik yang profesional dan menjunjung tinggi karakter islami baik dalam berperilaku, berucap maupun beribadah.



Seremonial Penyerahan Mahasiswa PPL di MA dan MTs Hidayatullah Kuala Cenaku


Pelaksanaan PPL Mahasiswa STAI Madinatun Najah Rengat kali ini dilaksanakan di empat Sekolah, diantaranya MA Madinatun Najah Rengat, MTs Madinatun Najah Rengat, MA Hidayatullah dan MTs Hidayatullah Kuala Cenaku Indragiri Hulu. 
Penyerahan Mahasiswa PPL STAI Madinatun Najah Rengat tahun 2016 ini yang sebagian ditempatkan di MA Hidayatullah dan MTs Hidayatullah Kuala cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu Riau dilaksanakan di ruang yang sangat sederhana, tidak menyurutkan semangat para guru untuk mentambut kedatangan peserta PPL.
Bapak Rujito,SS, sebagai kepala Madrasah Tsanawiyah Hidayatullah Kuala cenaku berharap agar para Mahasiswa STAI Madinatun Najah, sebagai calon pendidik selalu belajar untuk menyesuaikan pengetahuan dan akhlak sebagaimana pesatnya perkembangan informasi dan teknologi yang seakan mengalir tak terbendung.
Penyambutan Madrasah Aliyah yang disampaikan oleh Drs.Darmawi sebagai kepala Madrasah Aliyah, merasa sangat senang jika para mahasiswa mampu menerapkan berbagai macam teori yang mereka pelajari selama menjadi mahasiswa, hanya saja terkadang teori tidak selamanya cocok dengan keadaan yang dialami sesungguhnya. Harapannya tidak jauh beda, bahwa sekali lagi kita sebagai pendidik memang harus sangat jeli dengan berbagai macam permasalahan yang dihadapi dilapangan, dengan keterbatasan sarana dan prasarana, untuk bagaimana mengoptimalkan segalanya.
Selain itu, keterbatasan sarana yang dimiliki setidaknya menuntut calon pendidik untuk terus berkarya, kreatif dalam menjalankan tugas mulianya sebagai fasilitator menjadikan anak didik sebagai manusia yang seutuhnya.
Penyerahan Anggota PPL dari pihak Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah Rengat diwakili oleh, Sekretaris Prodi, Ari Susanto, M.Pd.I, Sekretaris LPPM Zulqarnain, M.Pd.I dan Ketua Lembaga Penjamin Mutu As'aduttabi'in, M.Pd.I
dalam sambutannya, As'aduttabi'in, M.Pd.I berharap penandatanganan MOU antara pihak STAI Madinatun Najah Rengat dan MA dan MTs Hidayatullah Kuala Cenaku tidak hanya berhenti disini, kita sebagai lembaga pendidikan di daerah yang jauh dari pusat kota agar selalu bekerja sama dalam hal memperbaiki kualitas pendidikan di Kabupaten INHU. Semoga semangat ini tidak terbendung oleh kebijakan para petinggi yang mendiskreditkan kualitas pendidikan di lingkungan yang jauh dari kota ini.

Minggu, 06 November 2016

Wisuda angkatan XIII STAI Madinatun Najah Rengat

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madinatun Najah Rengat mewisuda 111 orang mahasiswa yang di laksanakan pada Sidang Senat Terbuka Angkatan XIII Strata Satu (S1) Program Pendidikan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Gedung Dewan Kesenian Indragiri Rengat pada Hari Selasa 22 Desember 2015
Acara wisuda tersebut dihadiri oleh PLT Sekda INHU Isdjarwadi, SE, MT, Kasdim 0302 INHU Mayor Kav Sukri Hendri, Skom, Kepala Dinas Peternakan Drs. H. Muhammad Sadar, Camat Rengat Dudy Sunandar, S.Sos, Wakil Koordinator Kopertais wilayah XII Dr. H. M. Syaifudin, M.Ag.  
Pada pelaksanaan wisuda tersebut, terdapat Sembilan orang mahasiswa lulusan terbaik. Kepada Sembilan orang lulusan terbaik itu diberikan piagam penghargaan. Sementara saat acara puncak pada acara wisuda tersebut diakhiri dengan sambutan perwakilan dari mahasiswa yang berprestasi, yang diwakili oleh Suhendang Pramono dengan IPK 3,77. 
Ketua STAI Madinatun Najah Rengat, M. Sahan, MA dalam kesempatan itu mengatakan hingga tahun 2015 ini STAI Madinatun Najah Rengat telah berhasil meluluskan sebanyak 2851 mahasiswa. Bahkan sebagian besar Alumni banyak yang telah mengembangkan serta mengaplikasikan keahlian mereka baik di dunia pemerintahan maupun dalam dunia pendidikan. 
Beliau berharap, agar 111 wisudawan/wisudawati dapat terus berkontribusi dalam kemajuan pembangunan di daerah. 
Sedangkan ketua Yayasan Pendidikan Agama Islam Rengat (YPAIR) yang menaungi 3 jenjang pendidikan H.Hazairin, MA menyatakan perubahan konsep pendidikan karakter dirasa sangat perlu untuk diaplikasikan. Apalagi di tengah kemajuan perkembangan zaman yang semakin kompleks ini. Menurutnya kekuatan mental yang positif sangat berpengaruh untuk mendukung penguasaan ilmu pendidikan yang dimilikinya. 
Dalam kesempatan itu Wakil Kopertais Wilayah XII Riau/Kepri Dr. H. M. Syaifudin, M.Ag juga berpesan untuk tidak berpuas diri dengan Gelar S1 yang disandang oleh para wisudawan, Karena melanjutkan kejenjang yang berikutnya/ kejenjang yang lebih tinggi nantinya akan mempengaruhi kemudahan dalam mendapatkan peluang pekerjaan khususnya di bidang pendidikan. Sebab berdasarkan Undang-Undang, saat ini pemerintah telah menetapkan syarat untuk menjadi seorang dosen minimal harus Strata 2 (S2).

Sabtu, 22 Oktober 2016

Mahasiswa STAI Madinatun Najah Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1438


Keluarga besar Yayasan Pendidikan Agama Islam Rengat (YPAIR) menggelar pawai taaruf keliling Kota Rengat dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1438 Hijriyah, Jumat (30/9) siang. 
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tiap tahun ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari mahasiswa STAI Madinatun Najah, pelajar MTs dan MA YPAIR serta seluruh pengajar dan karyawan YPAIR. Pawai taaruf dilepas Ketua YPAIR, H Hazairin dari depan kantor YPAIR di Jalan Narasinga Rengat. Kemudian peserta pawai melintasi Jalan Sultan Rengat menuju Jalan H Agus Salim depan Lapangan Hijau Rengat, berlanjut ke Simpang dan finish kembali di halaman YPAIR. Selain berjalan kaki, pelaksanaan pawai taaruf juga dimeriahkan dengan penampilan Marching Band, sepeda hias, becak hias dan mobil hias yang mensyiarkan nilai-nilai Islam seraya membagikan telur merah sebanyak 10.000 butir kepada masyarakat. “Ada sebanyak sepuluh ribu telur yang dibagi-bagikan kepada masyarakat dalam pawai taaruf ini,” ujar Darby salah satu panitia pelaksana.
Menurut Darby, telur dengan warna merah ini merupakan simbol semangat baru bagi umat muslim Tanah Melayu di moment tahun baru Islam ini untuk berhijrah menjadi lebih baik lagi dalam segala aspek terutama dalam beribadah. “Sedangkan tradisi membagi-bagikan telur kepada masyarakat ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan serta persatuan dan kesatuan antar sesama umat beragama,” tambahnya.
Turut hadir juga dalam pelepasan pawa taaruf itu, H Ramli Husein yang merupakan sesepuh dari YPAIR, anggota DPRD Inhu H Arif Ramli serta para kepala sekolah dan pengurus YPAIR.

Selasa, 27 September 2016

Perubahan Gelar Akademik S.Pd.I menjadi S.Pd

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) baru-baru ini mengeluarkan kebijakan baru terkait penamaan gelar yang disematkan pada seluruh alumni Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) di Indonesia. Perubahan penamaan gelar tersebut berdasarkan Keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI Nomor 33 Tahun 2016 tentang Gelar Akademik Pada Perguruan Tinggi Keagamaan.
Terbitnya PMA nomor 33 tahun 2016 tanggal 9 Agustus 2016 tentang gelar akademik perguruan tinggi keagamaan merupakan tuntutan terhadap perkembangan lembaga dalam perguruan tinggi keagamaan yang ada, sehingga dipandang perlu untuk mengintegrasikan bidang-bidang keilmuan dan pengaturan mengenai gelar akademik. Gelar akademik ialah gelar yang diberikan lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi yang terdiri dari sarjana, magister dan doktor. Apabila menyimak gelar akademik terbaru yang diterbitkan ini, ada beberapa gelar yang mengalami perubahan; khususnya bagi sarjana lulusan fakultas tarbiyah yang semula bergelar sarjana pendidikan Islam (S.Pd.I), mulai saat ini berubah menjadi Sarjana Pendidikan (S.Pd).
Perubahan gelar yang dimaksud, yakni perubahan gelar yang tidak lagi mencantumkan huruf “I” pada setiap gelar Alumni PTAIN. Misalnya, pada Jurusan Tarbiyah/Pendidikan di PTAIN bergelar S.Pd.I (Sarjana Pendidikan Islam), maka pada regulasi baru ini, gelarnya berubah menjadi S.Pd saja tanpa ada tambahan huruf “I” atau yang diketahui singkatan dari “Islam”. Begitu juga dengan gelar kesarjanaan lulusan PTAIN, seperti S.E.I (Sarjana Ekonomi Islam) menjadi S.E saja. Juga S.Sos.I (Sarjana Sosial Islam) menjadi S.Sos dan S.H.I (Sarjana Hukum Islam) menjadi SH dan seterusnya. Dengan terbitnya PMA nomor 33 tahun 2016 ini, maka PMA nomor 36 Tahun 2009 tentang Penetapan Pembidangan Ilmu dan gelar akademik di lingkungan perguruan tinggi agama serta KMA Nomor 186 Tahun 2014 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.
Untuk Gelar Akademik Lainnya silahkan Download di Sini..!

Sabtu, 24 September 2016

Pelantikan Pengurus Dewan Mahasiswa STAI Madinatunnajah Rengat 2016-2018


Pelantikan pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) STAI Madinatun Najah rengat dilaksanakan di AULA Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah Rengat pada tanggal 31 Agustus 2016 yang dilantik Langsung oleh Ketua STAI Madinatun Najah Rengat Bpk. H. M. Sahan, MA.

M. Roy Faisal selaku Ketua DEMA terpilih serta beberapa  kepala bidang yang telah ditunjuk, agar dapat melaksanakan amanah ini dengan baik dan bertanggung jawab.

Setidaknya dengan kepengurusan Dewan Mahasiswa Yang baru ini dapat membangkitkan gairah mahasiswa STAI Madinatun Najah Rengat untuk terus melakukan perbaikan, peningkatan kualitas mahasiswa serta meng-aktifkan segala bentuk kegiatan Mahasiswa yang sempat fakum beberapa tahun terakhir.

Menghidupkan kembali Unit Kegiatan Mahasiswa yang dulu pernah ada. Memang ini adalah tugas dan tanggun jawab yang sangat besar, tetapi dengan kerjasama yang kolektif dan kekompakan yang terjaga semoga apa yang diusahakan dapat menuiai hasil yang maksimal.
Hal ini juga sangat didukung oleh seluruh dosen dan khususnya Lembaga Penjamin Mutu (LPM) agar mahasiswa memiliki pengalaman diluar bidang akademik, dimana segala bentuk aktivitas dalam organisasi adalah tumpuan dan landasan untuk hidup bermasyarakat.

Dosen STAI Madinatun Najah Rengat Anggota ADI MPC INHU


Pelantikan Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Majelis Pimpinan Cabang Indragiri Hulu yang bertempat di Gedung Dang Purnama Rengat, Rabu (21/9/2016), dihadiri oleh Bupati Bapak Yopi Arianto, SE, Ketua DPRD Inhu Miswanto, Dandim 0302 Inhu Letkol Inf Mujibburahman Hadi, Kajari Inhu Supardi, beberapa Kepala Dinas, Kepala Bagian, Camat serta para dosen dan mahasiswa dari delapan perguruan tinggu swasta di Inhu. Diantaranya:

1. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri,
2. Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah Rengat
3. Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Falah Air Molek
4. STIKIP Insan Madani Air Molek
5. Akademi Kebidanan Indragiri
6. Sekolah Tinggi Teknologi Indragiri
7. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Rengat
8. Akademi Kesehatan Provinsi Riau
Ketua MPW ADI Riau, Prof Isjoni, meminta kepada pengurus yang dilantik dapat menjalankan program kerja serta bertanggung jawab sebagai pengurus untuk membawa ADI MPC Inhu sebagai wadah bagi para dosen yang mampu memberikan pengaruh positif terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Indragiri Hulu Riau.

Sebanyak 144 Anggota ADI MPC Indragiri Hulu dilantik dan diambil sumpahnya oleh ketua Pajelis Pimpinan Wilayah ADI Provinsi Riau Bpk. Prof. Isjoni. 

Sebagai Ketua MPC ADI Inhu periode 2016-2021, Ibu Ivalaina Astarina mengungkapkan bahwa pengukuhan serta pembentukan ADI MPC INHU ini menjadi langkah awal bagi seluruh Dosen di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di INHU untuk menyatukan Visi dan Misi serta komitmen bersama dalam menghasilkan sumberdaya manusia yang lebih bai.


Jumat, 09 September 2016

Seminar Islam Nusantara Oleh As'aduttabi'in, M.Pd.I


Wawasan Islam Nusantara yang digawangi Nahdlatul Ulama (NU) menarik perhatian para ulama dunia. Ini lantaran wawasan tersebut menawarkan gagasan yang menjembatani antara ajaran Islam dengan nilai-nilai kebudayaan. 
 Diwaktu yang bias dikatakan sama, Mu’tamar Muhammadiyah dengan Tema Islam Berkemajuan juga membahas islam keindonesiaan yang tak jauh dengan makna islam nusantara. 
Atas pandangan tersebut, Perwakilan ulama dari empat negara peserta International Summit of the Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) berencana akan membentuk Jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU). Empat negara yang akan menjadi tempat berdirinya Jam'iyah NU adalah Libanon, Yunani, Lithuania, serta Rusia. 
Menurut Rektor Universitas Kulliyatud Da’wah, Libanon, Syeikh Abdul Nasheer Jabri, nilai-nilai dasar yang dikembangkan NU selaras dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban manusia. Dia menilai, NU melalui Islam Nusantara telah banyak mempraktikan prinsip moderasi dan toleransi. 
"Paradigma Islam moderat ala NU ini harus terus dikampanyekan oleh berbagai pihak. Karena misi ini adalah hal yang sangat prinsipil dalam Islam. Islam moderat NU ini bukan milik kelompok tertentu, atau negara tertentu, tetapi memang inilah Islam sesungguhnya yang diajarkan Nabi,” kata Nasheer, usai gelaran ISOMIL PBNU di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa, 10 Mei 2016. Nasheer melihat, selama ini banyak kelompok yang berorientasi pada perebutan kekuasaan dan membenturkan negara dengan Islam. Kelompok-kelompok itu kerap menebar konflik dan misi perang. 
"Islam bukanlah hizb, bukan partai atau pasukan perang. Sebab Islam bukan fikrul harb, tidak berorientasi pada peperangan. Islam adalah fikrul ummah, yang berorientasi pada pengembangan peradaban ummat, mewujudkan kesejahteraan, membina masyarakat dalam beribadah, membangun ketertiban umum," Ketua Umum PBNU, KH Sa’id Aqil Siradj menyambut baik dibentuknya NU di empat negara itu. Dia mengartikan, tawaran NU tentang wawasan dan pengalaman Islam Nusantara perlahan mulai disambut oleh dunia sebagai paradigma Islam yang layak diteladani. 
 "Islam Nusantara akan menjadi spirit bersama para peserta Deklarasi Nahdlatul Ulama, sebagai sumbangsih bagi peradaban Islam yang menghargai budaya yang telah ada serta mengedepankan harmoni dan perdamaian," 
Sebelum empat negara itu, para ulama Afghanistan telah terlebih dahulu membentu perwakilan NU. Pendirian NU di Afghanistan telah menjadi prototipe dan percontohan tentang berkembangnya Islam yang damai dan toleran. Diantara sekian banyak yang dapat disebut, tiga faktor berperan amat menentukan bagi maraknya ekstremisme dan terorisme. Tiga hal itu antara lain yaitu Pertama, bangkitnya ultra-konsertvatifisme Islam, kedua, bangkitnya ideologi supremasisme dalam Islam, ketiga, pendekatan sektarian yang dimainkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalan persaingan geo-politik di Timur Tengah. 
Ultra-konservatifisme mengasumsikan Islam sebagai satu paket ajaran (syari’at) yang baku, kaku dan tegas batasnya sejak era generasi paling awal 14 abad yang lalu. Watak ultra-eksklusif dan intoleran pun menyertainya. Bahkan terhadap pihak yang menyandang identitas Islam sekali pun, setiap selisih-faham merupakan alasan untuk mengeluarkannya dari kategori Muslim. Sedangkan pihak mana pun diluar kelompok dipandang sebagai obyek permusuhan sampai dengan menghalalkan kekerasan. 
 Mengingat karakteristik tersebut, para pengikut ultra-konservatisme yang hidup di lingkungan yang heterogen pada gilirannya cenderung mengalami “mentalitas salah-tempat” (mental displacement) sehingga terputus-hubungan (disconnected) dari hal-hal nyata di sekitarnya. Terputusnya hubungan (disconnection) itu mendorong kepada ketiadaan afeksi, empati dan keperdulian. Jelaslah bahwa mentalitas semacam itu amat rentan terhadap bujukan ekstremisme-kekerasan (violence-extremism) untuk melakukan teror dan penghancuran secara acak (random). 
Selanjutnya, rivalitas geo-politik di Timur-Tengah menyediakan energi bagi penyebaran ultra-konservatisme itu ke seluruh dunia, karena pihak-pihak yang bersaing sengaja memainkan isu sektarian atau bahkan dimotivasi olehnya. Ketika agama dihadirkan sebagai alasan konflik, maka batas-batas geografis dinafikan, karena agama senantiasa menuntut klaim universalitas. Pemeluk agama yang sama diseluruh dunia diseru untuk terlibat dalam konflik tersebut. 
Sementara itu, gagasan revivalisme Islam yang muncul pada akhir era kolonialisme Barat segera berkembang menjadi ideologi supremasis yang mampu melengkapi diri dengan organisasi dan jaringan yang efektif. Jika ultra-konservatifisme muncul dari kalangan non-Syi’ah, gagasan supremasis berkembang baik di kalangan Sunni maupun Syi’ah. Ikhwanul Muslimun sejak awal menegaskan ideologi ini sebagai haluannya. Sementara itu, setelah berhasil dengan revolusi di Iran (1981), Ayatullah Khomeini terkenal dengan pernyataannya bahwa ia bertekad mengekspor revolusi itu ke seluruh dunia.

Keinginan untuk menjalankan strategi pengembangan pengaruh melalui soft power secara global mendorong pihak-pihak yang bersaing di Timur-Tengah untuk mempropagandakan faham keagamaan masing-masing secara global pula. Organisasi dan jaringan pendukung ideologi Supremasisme Islam pada gilirannya menikmati sokongan sumberdaya secara besar-besaran dari pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai “pemegang kontrak” pelaksana strategi soft power tersebut. Melalui cara inilah ultra-konservatisme bertemu dan berjalin-berkelindan dengan supremasisme.

Kini, semua proses itu dengan segala dinamika politik yang menyertainya, telah menghasilkan maraknya ekstremisme dan terorisme yang mengancam kemanusiaan dan keseluruhan peradaban dunia. Bukan saja kelompok-kelompok pendukungnya telah melakukan aksi-aksi kekerasan yang menimbulkan tragedi kemanusiaan dimana-mana, reaksi balik dari masyarakat non-Muslim terwujud ke dalam pasang naik Islamofobia yang sama ganasnya. Tragedi yang dialami oleh komunitas Rohingnya di Myanmar adalah alarm bagi prospek maraknya sikap anti-Islam ditengah berbagai kalangan masyarakat, terutama yang selama ini menjadi sasaran serangan ekstremis di seluruh dunia. Di Eropa dan Amerika, kecenderungan itu jelas-jelas semakin menguat. Konflik apokaliptik antar-agama dalam skala global menjadi prospek yang mustahil diabaikan.

Dunia menghadapi pilihan yang jelas yaitu kemanusiaan dan peradaban dunia harus diselamatkan, ekstremisme dan terorisme harus dihentikan. Operasi-operasi militer, penegakan hukum dan strategi-strategi mikro lainnya terbukti tidak membuahkan hasil yang berarti. Dunia tidak cukup hanya berurusan dengan gejala-gejala dan dampak-dampak. Dunia harus menohok sumber-sumber masalahnya. 
Untuk itu, pertama-tama dunia harus mengenali sumber-sumber masalah itu dengan jujur dan menghentikan pengingkaran. Konflik Timur-Tengah harus segera diakhiri dengan penyelesaian yang menjamin perdamaian yang langgeng. Sektarianisme harus dilepaskan dari persaingan geo-politik. Politisasi terhadap agama, khususnya Islam, baik demi klaim untuk membelanya maupun klaim untuk memusuhinya -dengan generalisasi- harus dicegah.

Mengingat sifat politik dari masalah ini, maka pemerintah negara-negara harus mengambil bagian dalam upaya-upaya bagi jalan keluarnya. Pemerintahan negara-negara dituntut untuk melepaskan kepentingan-kepentingan subyektif masing-masing dan menetapkan kebijakan yang efektif bagi penyelesaian masalah. Karena yang dihadapi adalah masalah eksistensial. Jika masalah ini terus dibiarkan berkembang hanya karena para pengambil kebijakan mengedepankan kepentingan-kepentingan parsial, yang dihadapi adalah prospek bahwa tidak ada satu pun kemapanan politik yang bebas dari ancaman. Tanpa kemapanan politik, tak ada pemerintahan.

Di sisi lain, masyarakat perlu membangun konsensus untuk memarjinalkan faham ultra-konservatif dan ideologi supremasis. Berkaitan dengan ini, dunia Islam dituntut untuk mengambil peran utama. Dunia Islam dituntut untuk memberikan klarifikasi yang jujur dan jernih mengenai posisi Islam sebagai agama dalam masalah ini.

Disamping itu, perlu disadari bahwa konservatifisme atau fundamentalisme dan moderasi bukanlah dua kotak yang terpisah sama sekali. Keduanya merupakan dua kutub dari satu rentang spektrum interpretasi terhadap Islam. Sebagai agama samawi (diwahyukan dari “langit”), Islam mengasumsikan adanya elemen-elemen ajaran yang statis (tsaabitaat) yang harus dipertahankan dan elemen-elemen yang dinamis (mutaghayyiraat) yang dapat disesuaikan dengan keadaan atau konteks yang berbeda-beda. Wacana tentang batas-batas antara kedua jenis elemen itu senantiasa strategis sepanjang sejarah, mengingat konteks ruang dan waktu yang terus-menerus berubah.

Dewasa ini, terjadi perubahan-perubahan konteks yang drastis dan berlangsung dengan cepat sehingga elemen-elemen tertentu yang mapan dalam ortodoksi Islam menghadapi masalah relevansi. Oleh karena itu, pintu dialog antara sumber-sumber ajaran Islam dan konteks yang berubah-ubah mengikuti ruang dan waktu harus tetap dibuka. Dialog kontekstualisasi perlu dilakukan secara intensif dengan melibatkan upaya yang terkonsolidasi, terutama di kalangan ulama. Bukan saja ummat Islam membutuhkan panduan beragama yang relevan dengan realitas kekinian, negara-negara berpenduduk Muslim atau yang menyandarkan diri pada legitimasi Islam membutuhkan wawasan keislaman yang menyediakan platform yang sesuai bagi keterlibatan mereka dalam pergaulan internasional yang damai. 
Indonesia memiliki aset-aset yang penting untuk disumbangkan bagi keseluruhan upaya tersebut. Posisi politik Indonesia sepenuhnya netral ditengah persaingan dan konflik geo-politik di Timur Tengah. Sebagai Bangsa Muslim terbesar di dunia, Indonesia pun menggenggam legitimasi yang amat kuat untuk memulai inisiatif perdamaian. Indonesia juga memiliki wawasan Islam Nusantara, yaitu wawasan keislaman yang mengedepankan harmoni sosial dengan vitalitas untuk secara kreatif terus-menerus mendialogkan sumber-sumber ajaran dengan perubahan-perubahan konteks yang terjadi di lingkungan sosial-budayanya. 
Wawasan Islam Nusantara telah terbukti ketangguhannya dalam membimbing masyarakat Muslim Indonesia melalui perjalanan sejarahnya hingga mewujud dalam tatanan sosial-politik yang moderen dan demokratis sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wawasan Islam Nusantara menawarkan inspirasi bagi seluruh dunia Islam untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran dan model-model interaksi yang damai dengan realitas kekinian dan pada gilirannya berkontribusi secara lebih konstruktif bagi keseluruhan peradaban umat manusia.

Selasa, 06 September 2016

Bakti Sosial Dewan Mahasiswa STAI Madinatun Najah Rengat

Salah satu rangkaian Acara Dewan Mahasiswa (DEMA) STAI Madinatun Najah Rengat dalam menyambut dan Orientasi Perkenalan Akademik Kampus (OPAK) adalah melakukan Bakti Sosial yang ditujukan pada Panti Asuhan Nur Ananda Putri  Desa Sungai Beringin Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu Riau. Dalam acara Tersebut sebagai bentuk Kepedulian Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah, rengat terhadap pendidikan sosial dengan menanamkan nilai-nilai islami terhadap mahasiswa baru melalui DEMA STAI Madinatun Najah.
Penghuni Panti Asuhan Nur Ananda Putri yang beralamatkan di Desa Sungai Beringin, Kecamatan Rengat ini dihuni sekitar 30 orang, baik putra maupun putri, dengan kategori umur berkisar 9 tahun hingga 19 tahun. Mereka masih Sekolah mulai dari SLB, SD, MI, MTs, MA dan bahkan ada yang sudah kuliah, walaupun bagi mereka yang sudah kuliah sudah mampu untuk mandiri dan bekerja sendiri.

Kedatangan DEMA STAI Madinatun Najah Rengat bersama Mahasiswa Baru STAI Madinatun Najah, disambut Bahagia oleh para penghuni Panti Asuhan Nur Ananda Putri tersebut. Diharapkan Acara ini menjadi rutinitas Dewan Mahasiswa STAI Madinatun Najah Rengat, sehingga dapat membantu saudara-saudara, adik-adik kita walau tidak dapat membantu secara menyeluruh, minimal dapat meringankan sedikit beban para penghuni Panti.

 "Jangan dilihat bentuk, jumlah serta harganya, namun inilah bentuk kepedulian DEMA dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para Mahasiswa Baru" ungkap salah seorang pengurus DEMA STAI Madinatun Najah Rengat Roy Faisal.
 Acara ini juga merupakan simbol berakhirnya masa orientasi Mahasiswa Baru, yang kemudian ditutup pada sore harinya di Aula STAI Madinatun Najah Rengat.


Kamis, 01 September 2016

Lembaga Penjamin Mutu STAI Madinatun Najah Rengat

Visi dan Misi Lembaga Penjamin Mutu STAI Madinatun Najah Rengat

Visi

"Mewujudkan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAI Madinatun Najah Rengat yang profesional untuk mencapai Visi STAI Madinatun Najah dalam Mencetak Lulusan Yang Cerdas Inovatif, Amanah dan Mandiri"

Misi

  1. Mendorong SDM di lingkungan STAI Madinatun Najah Rengat Berbudaya Mutu
  2. Meningkatkan Kompetensi Staff STAI Madinatun Najah
  3. Mendorong Menciptakan, Mengembangkan Dan Memelihara LPM STAI Madinatun Najah secara Berkelanjutan

Tugas Pokok Lembaga Penjamin Mutu

  1. Merencanakan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu STAI Madinatun Najah Rengat 
  2. Membuat Perangkat Pelaksanaan Sistem Penjamin Mutu Akademik STAI Madinatun Najah Rengat
  3. Monitoring Sistem Penjamin Mutu Akademik STAI Madinatun Najah Rengat
  4. Mengaudit dan Mengevaluasi Pelaksanaan Akademik STAI Madinatun Najah Rengat
  5. Melaporkan Kegiatan LPM Kepada Ketua STAI Madinatun Najah Rengat

Fungsi Lembaga Penjamin Mutu

  1. Melaksanakan Pelatihan Sistem Penjamin Mutu Internal STAI Madinatun Najah Rengat
  2. Mengembangkan Sistem Informasi Penjamin Mutu Akademik
  3. Melaksanakan Sistem Penjamin Mutu Internal dan Eksternal STAI Madinatun Najah Rengat
  4. Melaksanakan Audit Mutu Internal STAI Madinatun Najah Rengat

Selasa, 30 Agustus 2016

Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah Rengat Tahun 2016

Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah Rengat. Acara Pengenalan Mahasiswa Baru STAI Madinatun Najah Rengat terhadap dunia akademik ini berlangsung pada Tanggal 30 Agustus 2016 dengan berbagai macam rangkaian acara. Berlangsung dengan tertib dan penuh semangat dari para peserta.
Adapun Rangkaian acara pengenalan akademik dan kemahasiswaan (OPAK) berlangsung selama 2 hari, yang berlangsung di AULA STAI Madinatun Najah Rengat, yang di koordinasikan oleh Panitia yang dibentuk oleh Dewan Mahasiswa STAI MN.
Rangkaian acara tersebut adalah sebagai berikut:

Selasa, 30 Agustus 2016
09.01-10.00 WIB Pembukaan yang dilakukan oleh Ketua STAI Madinatun Najah Rengat (Bpk, H.M.Sahan, MA), Puket 1 (Drs. H. Hazairin, MA) Puket III (Al.Afif Hazmar, M.Si), Waka Prodi (Ari Susanto, M.Pd.I) Ketua LPPM (IR. Hendri A. Saleh, MA) Wakil LPPM (Zulqarnain, M.Pd.I) Ketua Lembaga Penjamin Mutu (As'aduttabi'in, M.Pd.I) serta para dosen STAI Madinatun NAjah Rengat.
Adapun Jadwal Materi OPAK adalah sebagai berikut:
10.01-11.20 WIB Penelitian dan Pengembangan Masyarakat oleh Ir. Hendri A. Saleh,MA
11.21-12.15 WIB Kemahasiswaan dan Keorganisasikan oleh Zulqarnain, M.Pd.I
ISHOMA
13.01-14.20 WIB Islam Nusantara oleh As'aduttabi'in, M.Pd.I

14.21-15.30 WIB Kegiatan Akademik di Perguruan Tinggi oleh Ari Susanto, M.Pd.I
Rabu, 31 Agustus 2016
08.00-08.30 WIB Penyetoran BAKSOS
08.31-09.00 WIB GAMES
09.01-10.00 WIB Administrasi Oleh Hj. Marlian, M.Pd.I
10.01-11.00 WIB Pendidikan dan penyuluhan Narkoba Oleh Susiana, M.Pd.I
11.01-12.15 WIB Pengembangan bakat
12.16-13.00 WIB ISHOMA
13.01-14.00 WIB Sosialisasi MENWA
14.01-15.30 WIB Volli Ball
15.31-16.00 WIB ISHOMA
16.01-17.00 WIB Games Penutup
17.01-17.30 WIB Foto Bersama

Selasa, 23 Agustus 2016

Rapat panitia Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK) oleh DEMA STAI Madinatun Najah Rengat


Salah satu persiapan utama yang harus dilakukan mahasiswa untuk masa orientasi/ orientasi pengenalan Akademik kampus kepada mahasiswa baru adalah rapat persiapan. Pada hari ini tgl 23 Agustus 2016, Dewan Mahasiswa STAI Madinatun Najah harus mempersiapkan antara lain surat-surat (persuratan), proposal, pendanaan, SK, ID card dan sebagainya.
Diharapkan dari hasil rapat ini, DEMA telah mempersiapkan segalanya demi kelancaran Orientasi Pengenalan Akademik Kampus yang insyaAllah akan dilaksanakan akhir Agustus ini.