Program Studi PIAUD

“Menjadi Penyelenggara Pendidikan Guru Anak Usia Dini Profesional, Berwawasan dan berkarakter Islami serta berjiwa Entrepreneur”

Program Studi PAI

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022-2023 Program Studi PAI

Informasi Pendaftaran

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022-2023, Contact Person: 081271188121 atau 081363880146

Prosesi Wisuda Tahun Akademik 2016-2017

Pemberian Penghargaan dari Bupati Indragiri Hulu Pada Prosesi Wisuda Tahun Akademik 2016-2017

Orientasi Pengenalan Akademik Kampus

Pengenalan Lingkungan Kampus

Rabu, 01 Juni 2016

WORKSHOP MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI BERBASIS AKREDITASI

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan formal setelah pendidikan menengah. Pendidikan tinggi menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, kompeten, beradab, berbudaya, dan berkarya dalam bidang ilmu, teknologi, dan/atau seni. Pendidikan tinggi berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; mengembangkan sivitas akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan tridharma; dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai-nilai humaniora.
Penjaminan mutu dilakukan untuk memenuhi kepuasan pelanggan (customers, stakeholders). Untuk memenuhi kepuasan pelanggan, dilakukan peningkatan kualitas secara terus-menerus melalui penetapan, pelaksanaan, pengendalian, dan pengembangan standar (continuous quality improvement) dan melakukan yang terbaik sejak awal dan setiap saat (right first time and every time). Dengan cara demikian, akan dapat dihasilkan lulusan yang kompeten yang sesuai dengan kualifikasi tujuan (quality in fact) dan lulusan tanpa catat (zero defect).
Penjaminan mutu merupakan sebuah usaha untuk mewujudkan tujuan dan mencapai target yang diinginkan melalui pengembangan visi misi pada perguruan tinggi. Visi misi tersebut akan sangat mudah dilaksanakan jika segalanya berjalan dalam system yang telah diatur dan disepakati.
Maksud Dan Tujuan
Maksud dan tujuan workshop manajemen perguruan tinggi berbasis akreditasi ini adalah Membentuk perguruan tinggi yang professional, baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring serta evaluasi.
1. Terciptanya system yang nyata bagi perguruan tinggi dibawah naungan Kopertais XII Riau Kepri,
    sehingga dapat berjalan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan.
2. Perguruan tinggi mampu berjalan secara professional baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan
    monitoring serta evaluasi.
3. Tersusunnya struktur beserta tugas pokok masing-masing bidang serta terjaganya dokumentasi
    sebagai bahan evaluasi serta akreditasi.
Nara Sumber
Adapun Nara sumber pada Workshop Manajemen Perguruan Tinggi Berbasis Akreditasi ini adalah sebagai berikut:
1. Prof. Dr.H. Muzir Hitami, MA
2. Prof. Dr. H. Akhmad Mujahidin, M.Ag
3. Dr.M. Fakhri Husein, SE,M.Si
4. Dr.H.M.Syaifudin, M.Ag
 Panitia Penyelenggara
Workshop Manajemen Perguruan Tinggi Berbasis Akreditasi ini adalah Kopertais wilayah XII riau kepri, dan panitia kegiatan ini antara lain:
1. Drs. H. Abu Bakar MS
2. Dr.H.M.Syaifudin, M.Ag
3. Imam Hanafi,MA
4. Khairul Amri, S.Sos
5. Khairul Ihsan, S.Sos
6. Nur Azizah S.PdI
7. Putri Wulandari, SE
8. Muhartini, S.Ag
9. Ulva Indra, SE
Dunia tidak memerlukan yang luar biasa namun memerlukan orang biasa yang memiliki visi dan melakukan hal yang luar biasa. Kebutuhan dunia usaha atau industri dalam merekrut pekerja pasti memilih lulusan PT yang memiliki reputasi baik, kepribadian yang matang, dinamis, fleksibel, kreatif, inovatif, agresif cerdas, dan jujur. Lulusan yang memiliki motivasi, antusias, memiliki target, ambisi, memiliki inisiatif dengan sikap dan integritas pada pekerjaan. Sehingga memiliki kemampuan menangani stress. Pekerja keras, bersedia kerja diluar jam kerja, mau ditempatkan dimana saja termasuk di “remote area”, dapat bekerja mandiri atau dalam team dengan baik, memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun dan dapat berkomunikasi dalam bahasa asing inggris arab dan terkadang mandarin. Impian bukanlah suatu fantasi tentang masa depan yang muncul sebagai hasil angan-angan saja.
Visi bukanlah suatu impian yang tidak ada dasarnya sama sekali. Contoh impian yang tidak berdasar adalah apa yang dimiliki oleh Budi. Budi memiliki impian untuk menjadi juara dunia gulat mengalahkan Hulk Hogan. Budi yang kini berusia 28 memiliki berat hanya 49 kilogram dengan tinggi badan 158 cm. Hobbynya adalah bermain catur. Kegiatan sehari-harinya adalah surfing di internet, berkuliah di bidang media design dan bermain catur. Budi memiliki visi yang lebih merupakan fantasi karena tidak berdasar pada kenyataan. 
Visi adalah suatu gambaran mental tentang apa yang akan hadir di masa depan. Disatu pihak, gambaran tadi berdasarkan pada apa yang merupakan kenyataan pada saat ini, namun sekaligus juga merupakan suatu lompatan. Seorang yang memiliki visi berarti memiliki suatu keyakinan bahwa hal itu dapat terjadi. Ia yakin bahwa sesuatu yang lebih indah, lebih bermutu dan lebih sempurna akan hadir di masa depan, dan ia dapat memainkan suatu peran untuk membuat hal itu terwujud.
Contoh hal itu adalah ketika Lee Kuan Yew mengajak rakyat Singapore untuk memimpikan suatu Singapore yang modern. Pada waktu itu keadaan masyarakat sedang guncang dan morat-marit karena pisahnya Malaya dari kesatuan Singapore - Malaya. Ia mengajak seluruh anak bangsanya untuk bekerja keras mewujudkan impian tadi, dan mereka berhasil. Dalam 20 tahun hasilnya sangat kentara. Impian Lee Kuan Yew memang menggemakan impian dari rakyatnya. Karena adanya impian tadi, maka rakyat bekerja keras dan bersedia mengurbankan banyak kenyamanan kelompok atau pribadi.
Diskusi Teknis dan simulasi perumusan ulang Visi, Misi, Nilai dasar dan keyakinan dasar Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta strategi pencapaian 

  1. Standar ini adalah acuan keunggulan mutu penyelenggaraan dan strategi program studi untuk meraih masa depan. Strategi dan upaya pewujudannya, difahami dan didukung dengan penuh komitmen serta partisipasi yang baik oleh seluruh pemangku kepentingannya. 
  2. Seluruh rumusan yang ada mudah difahami, dijabarkan secara logis, sekuen dan pengaturan langhkah-langkahnya mengikuti alur fikir (logika)yang secara akademik wajar. Strategi yang dirumuskan didasari analisis kondisi yang konprehensif, menggunakan metode dan instrumen yang sahih dan handal, sehingga menghasilkan landasan langkah-langkah pelaksanaan dan kinerja yang sistematis, saling berkontribusi dan berkesinambungan. 
  3. Kesuksesan disalah satu sub-sistem berkontribusi dan ditindaklanjuti oleh sub-sistem yang seharusnya menindaklanjuti. Strategi serta keberhasilan pelaksanaannya diukur dengan ukuran-ukuran yang mudah difahami seluruh pemangku kepentingan, sehingga Visi yang diajukan benar-benar Visi, bukan mkimpi dan kiasan "platitude" 
  4. Keberhasilan pelaksanaan misi menjadi cerminan pewujudan Visi. Keberhasilan pencapaian tujuan dengan saran yang memenuhi syarat rumusan yang baik, menjadi cerminan keterlaksanaan misi dan strategi dengan baik, Dengan demikian, rumusan Visi, Misi, Tujuan dan strategi merupakan satu kesatuan wujud cerminan integritas yang terintegrasi dari program studi danperguruan tinggi yang bersangkutan.
Deskrpisi
1. Program studi mempunyai visi yang dinyatakan secara jelas sejalan dengan visi institusi pengelolaannya. Visi tersebut memberikan gambaran tentang masa depan yang dicita-citakan untuk diwujudkan dalam kurun waktu yang tegas dan jelas. Untuk mewujudkan Visi tersebut, Misi program studi dinyatakan secara spesifik mengenai apa yang dilaksanakan. Program studi memiliki tujuan dan sasaran dengan rumusan yang jelas, spesifik, dapat diukur ketercapaiannya dalam kurun waktu yang ditentukan, relevan dengan Visi dan Misinya.
2. Tujuan dan sasaran tersebut di atas direfleksikan dalam bentuk outcomes program studi (lulusan, hasil penelitian dan pelayanan masyarakat). Pernyataan-pernyataan tersebut diketahui, dipahami dan menjadi milik bersama seluruh komponen pengelola program studi dan institusi, serta diwujudkan melalui strategi-strategi dan kegiatan terjadwal di program studi. Standar ini menjadi acuan bagi seluruh kegiatan penyelenggaraan program studi.

Hasil Yang Diharapkan 
Dari hasil kegiatan workshop ini diharapkan seluruh PTKIS dibawah naungan Kopertais XII Riau Kepri memperbaiki sistem pengelolaannya. Penjamin Mutu sebagai badan lembaga internal yang mewadahi dan memacu kemajuan dan profesionalitas institusi, agar segala bentuk aktivitas institusi berjalan diatas sistem yang telah diatur dan disepakati.
Kemajuan dan keprofesionalan suatu institusi bukan karena fasilitas yang serba mewah, tetapi karena bertindak atas sistem yang jelas berdasarkan visi serta misinya, dan terdokumentasi dengan rapi.
Kesimpulan
Institusi Perguruan Tinggi harus selalu bersandar pada tiga hal, yaitu planning, Monitoring, dan Evaluating yang didasarkan pada Visi, Misi, Rencana serta Tujuan yang seluruhnya harus terdokumentasi untuk merealisasikan Tri Dharma Perguruan tinggi.

Seminar Proposal Tahun 2016

Di Beritahukan kepada Mahasiswa STAI Madinatun Najah Rengat Semester VIII bahwa Seminar proposal Skripsi angkatan 2012 Gelombang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 05 Juni 2016 pukul 08:00 WIB sampai dengan selesai.

Seminar Sehari dan Pembekalan KKN STAI Madinatun Najah Rengat ke XIV


Pembekalan KKN mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah Rengat yang dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2016 yang bertempat di Gedung Sejuta Sungkai Kota Rengat. Alhamdulillah berjalan dengan lancar, yang juga dihadiri oleh beberapa pejabat daerah diantaranya Kepala Kementrian Agama, Bupati Indragiri Hulu, Ketua Camat dan Ketua DPRD INHU. Pembekalan tersebut bertujuan untuk membekali mahasiswa untuk turun di masyarakat, dimana mahasiswa harus mengetahui sejarah, latar belakang baik segi politik, sosial, agama dan ekonomi. 
KKN kali ini adalah KKN ke XIV yang diadakan STAI Madinatun Najah Rengat, yang bertepatan pada tahun ajaran 2016. Berdasarkan hasil rapat, lokasi KKN yang tadinya diminta oleh dua kecamatan diantaranya Rengat barat, dan Kecamatan Pasir penyu, menjadi satu kecamatan yaitu di kecamatan rengat barat. Dan dari kesepakatan tersebut, Anggota KKN dibagi menjadi 5 kelompok yang ditugaskan di 5 Desa di kecamatan Rengat Barat. Desa yang menjadi lokasi KKN ke 14 STAI Madinatun Najah rengat ini adalah desa Pematang Rebah, Desa Tanah Datar, Desa Talang Jerinjing, Desa Alang Kepayang, dan Desa Sungai Dawu. Sebelum Anggota KKN dilepaskan didesa, Mahasiswa harus lebih dahulu melakukan Grand tour dimana dalam kegiatan Grand Tour mahasiswa diharapkan melakukan observasi sebelum menentukan dimana posko mereka. Semoga KKN ke XIV tahun 2016 STAI Madinatun Najah Rengat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan.

Sarana dan Prasarana

Papan Nama STAI Madinatun Najah Rengat


Gedung STAI Madinatun Najah Rengat


Ruang Ketua STAI Madinatun Najah Rengat


Ruang Pembantu Ketua (PUKET) STAI MN Rengat
Ruang Pembantu Ketua

Ruang Tamu STAI Madinatun Najah Rengat
Ruang Lembaga Penjamin Mutu (LPM)


Ruang Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
(LPPM)

Ruang Rapat

Lab. Mikro Teaching



Perpustakaan dan Arena Baca Free Wifi


MADING STAI Madinatun Najah Rengat


AULA STAI Madinatun Najah Rengat


Studio Seni STAI Madinatun Najah Rengat


Aula STAI MN Rengat


Ruang Dosen STAI Madinatun Najah Rengat


Arena Baca Free Wifi


Toilet Dosen


Lapangan Basket STAI Madinatun Najah Rengat


Areal Parkir STAI Madinatun Najah Rengat


Gedung Perkuliahan STAI Madinatun Najah Rengat


Pendopo STAI Madinatun Najah Rengat


Lab. Komputer STAI Madinatun Najah Rengat


Ruang Tata Usaha STAI Madinatun Najah Rengat


Ruang Kepala Prodi STAI Madinatun Najah Rengat


Perpustakaan STAI MN Rengat


Lapangan Volli STAI Madinatun Najah Rengat

Pelepasan KKN angkatan XIV dan MOU

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu mata kuliah di perguruang tinggi yang termasuk kelompok Mata Kuliah Pilihan (MKP). Namun pada era 50-an hingga 70-an merupakan sesuatu yang harus ada pada suatu perguruan tinggi. Sehingga meskipun MKP tapi dalam prakteknya menjadi wajib. Mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya wajib mengikuti KKN. Ketika itu, salah satu faktor penyebab sehingga KKN menjadi wajib, karena perguruan tinggi menfasilitasi secara berlebihan, di lain pihak, mahasiswa ingin dan bergembira bila hendak ber-KKN. 
Peserta KKN Desa Tanah Datar
Peserta KKN Desa Pematang Reba
Fasilitas berlebihan yang ditunjukkan pada perguruan tinggi tampak pada disediakannya waktu khusus sekitar tiga bulan untuk melaksanakan KKN. Praktis pada jadwal waktu terrsebut mahasiswa tidak dapat mengikuti perkuliahan untuk mata kuliah yang lain, sementara uang kuliah tetap juga harus dibayar. Maka tidak ada pilihan lain bagi mahasiswa kecuali mengikuti KKN. Selain itu, penanganan KKN tidak hanya dilakukan dosen pengasuh mata kuliah tersebut, tapi juga dikerjakan oleh Bagian/Lembaga Penelitian/Pengabdian Masyarakat Perguuan tinggi tersebut. Lembaga khusus yang ada di perguruan tinggi itu mengurusi masalah perizinan pelaksanaan KKN, segala surat-menyurat yang diperlukan, mencari lokasi KKN, hingga melobi berbagai pihak untuk kesuksesan pelaksanaan KKN. Hal itu mereka lakukan tentu karena juga berhubungan dengan beban tugas yang diberikan pimpinan perguruan tinggi tersebut kepada lembaga itu. Sedangkan tugas tersebut diberikan pimpinan perguruan include dengan tujuan berdirinya Bagian/Lembaga Penelitian/Lembaga Pengabdian Masyarakat tersebut, yaitu untuk menjawab tuntutan dharma ketiga dan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Peserta KKN Desa Sungai Dawu
Pelepasan peserta KKN STAI Madinatun Najah Rengat Angkatan XIV dilakukan di Kantor Camat Rengat barat. Dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2016 pukul 08:00 yang dilaksanakan di Gedung pertemuan Kantor Kecamatan Rengat Barat yang berlokasi di Pematang Reba. Acara Pelepasan peserta KKN ini di hadiri oleh Ibu Nurdjanah W SP selaku Camat rengat barat, dan kepala Desa Talang jerinjing, kepala desa tanah datar, kepala desa pematang reba, kepala desa redang dan kepala desa sungai dawu. hal ini berkaitan dengan penandatangan MOU antara pihak STAI Madinatun Najah Rengat dengan pihak camat dan Desa selaku tuan Rumah dan menjadi lokasi Mahasiswa KKN STAI Madinatun Najah Rengat yang ke XIV ini.
Peserta KKN Desa Redang
Acara pelepasan peserta KKN dan Penandatangan MOU ini dibuka dengan pembacaan Ayat suci alquran, dan kemudian sambutan dari ketua LPPM,bapak Ir. Hendri A Saleh dan selaku penyelenggara kegiatan KKN kemudian sambutan dari Ketua STAI yang di sampaikan oleh H. Muhammad Sahan, MA dan terakhir sambutan dari ibu Camat Rengat Barat. 
Setelah sambutan selesai berlanjut pada agenda selanjutnya yaitu penanda tanganan MOU antara pihak STAI Madinatun Najah Rengat dengan pihak kepala desa dan Camat Rengat Barat.
Berdasarkan Kesepakatan dan pembagian kelompok KKN yang berlangsung pada tanggal 24 Mei 2016 yang lalu maka Desa yang siap menjadi lokasi KKN kali ini hanya Lima Desa.
Karena mempertimbangkan jumlah peserta KKN tahun ini yang tidak dapat mencukupi permintaan yang semula dua kecamatan. 
Acara berlangsung dengan tertib dan lancar sampai pukul 11:00 WIB, kemudian sedikit pencerahan dari Ketua LPPM dan mengulas kembali seputar KKN dan sharing beberapa permasalahan yang akan dihadapi oleh Peserta KKN di Desa. Rencananya, setelah kegiatan ini Peserta KKN lansung menuju lokasi KKN (Posko) yang akan mereka tempati selama melaksanakan Program KKN. KKN kali ini sebagaimana biasanya memang diambil waktu yang bertepatan dengan Ramadhan 1437 H yang mana mempertimbangkan bahwa banyak kegiatan mahasiswa yang dapat mereka lakukan pada bulan puasa, yang sesuai dengan bidangnya.

Peserta KKN Desa Talang Jerinjing